Kebijakan Lockdown di Malaysia Diperpanjang

 

Kasus Covid-19 terus naik, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin akhirnya memutuskan kebijakan lockdown. Kebijakan ini diambil akibat tingginya kasus harian infeksi Covid-19 yang tak kunjung menurun. Diduga banyak orang melanggar aturan mudik saat Lebaran. Kasus harian untuk pertama kalinya melampaui 6.000. Kehadiran varian-varian baru Covid-19 yang lebih ganas juga mempengaruhi keputusan Malaysia untuk lockdown total. Lockdown total di Malaysia dimulai pada Selasa, 1 Juni 2021 hingga 14 Juni. Selama dua minggu pemberlakuan pembatasan ini, seluruh kegiatan sosial dan ekonomi dilarang untuk dilakukan, kecuali sektor ekonomi dan jasa yang sifatnya sangat penting

Setelah masa lockdown total berakhir, Malaysia tidak akan langsung bebas, melainkan lanjut Perintah Kawalan Pergerakan. Pembatasan sosial pun terus berlanjut, meski sector ekonomi akan mulai dibolehkan beroperasi. Itu karena jumlah infeksi harian masih di atas 5.000 dengan rata-rata harian berada di 6.871 kasus. Maka dari itu akan diperpanjang selama dua minggu lagi dari 15 Juni hingga 28 Juni 2021

 Menurut saya, adanya kebijakan ini sangat berpengaruh untuk mengurangi laju penyebaran virus Covid-19. Mereka sudah menerapkan lockdown dari awal pandemi agar kasus angka di negara tersebut tidak melonjak tinggi, pemerintah Malaysia tidak banyak pertimbangan karena perekonomian masyarakat disana sudah cukup memenuhi. Seharusnya negara Indonesia ikut serta menerapkan kebijakan seperti ini agar angka penyebaran Covid di Indonesia berkurang dan memutus tali penyebaran virus Covid-19. Pemerintah Indonesia seharusnya menegaskan kebijakan ini, karena kasus angka Covid-19 yang semakin melonjak tinggi. Akan tetapi, pemerintah masih mempertimbangkannya. Karena, perekonomian masyarakat yang masih belum memenuhi. Kurangnya rasa kepedulian masyarakat juga menjadi salah satu penyebab angka kasus yang melonjak seperti kurangnya rasa kepedulian terhadap satu dengan yang lain.

 

Widies Divarizki Parameswari – 16819588 – 2MA06

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemewahan Teori Konspirasi

Kehidupan Lain di Alam Semesta, Mitos atau Fakta?

Rencana Pemberlakuan PSBB Tahap 2